oleh

Romantika Kehidupan : “Ruslan Raya Mundur Dari Dunia Jalanan Pernah Beberapa Kali Mencoba Bunuh Diri Namun Tuhan Masih Sayang” (Berita MPI)

SUKABUMI-Perjalanan kehidupan seseorang adalah sebuah kepastian sedang dan akan pernah mengalami masa-masa terntentu dengan kisah yang berbeda-beda setiap perjalannya.

Dibalik sosok ramah dan santainya Ruslan Raya, mantan anak jalanan yang sangar dan sadis,ternyata dirinya pernah berada dalam masa-masa “gelap”. Dibalik sifat pendiamnya ada karang yang tangguh yaitu semangat dalam berjuangnya mengarungi perjalanan yang penuh luka liku.
Kisah perjalanannya ini di sampaikan,sebagai bentuk pertobatan dan memberikan cermin kepada yang masih bergelimang di dunia jalanan.

Bahkan dirinya pernah kabur dari rumah, karena malas untuk belajar dan bersekolah.Pada saat itu dirinya lebih menyukai hidup di jalanan.

“Waktu SD, saya sudah dikasih Motor Tril sama Mobil Ges Toyota sama orang tau saat Itu, untuk ukuran kampung ya lumayan lah, namun pada jaman itu, motor tril itu buat ngojeg, dan ges serta Landlover itu buat angkutan umum dari terminal Cilengsing Cikakak ke Ciganas, wah medan jalannnya juga jaman saya kecil itu kaya sungai kering,” kenangnya.

Dirinya jarang main dengan yang sebaya dikampungnya saat itu, saya lebih memilih main di dermaga dan jualan kantong keresek. Dari rumah saya jalan kaki ke Palabuhanratu menyusuri pantai, kadang sendiri kadang bareng temannya yang lebih tua darinya.

Dirinya di dermaga suka ikut Uwa Maming (almarhum) pemilik lapak ikan Marlin atau Jangilus. Di dermaga saya jualan kantong keresek.

menurutnya, kalau ketahuan sama orang tuanya dirinya pasti habis dimarahin, dan itu sering terjadi.

“Kalau di kampung, ya saya termasuk anak baik, karena jarang berulah dan ga pernah terlibat kenakalan remaja pada masa itu. Saya lebih bersifat berpetualang, jadi maennya di luar,” bebebrnya.

Dirinya pernah jualan sayuran di Pasar Ramayana Sukabumi, sempat kabur ga mau sekolah, dirinya bertahan hidup jadi gelandangan pasar, dari pasar pelita Sukabumi sampai di Cianjur.

Di Cianjur, dirinya memutuskan untuk pulang dan belajar di padepokan Sapu Jagat Cianjur. Saat itu, ada padepokan Pancaroba di Cianjur, saya diajak saudar di dikirim orang tua untuk belajar disana. Namun cuma sebentar, dirinya pulang dan melanjutkan sekolah lagi di kampung.

Setelah lulus MTS, Ruslan Raya memilih nongkrong lagi dari mulai terminal Bogor dan Leuwi Panjang,Bandung. Dan dirinya tertarik untuk tinggal di Kota Kembang Bandung.

“Saat itu, Kondisi Orang Tua sudah Bangkrut dan terpuruk, namun semangat orang tua untuk menyekolahkanku cukup tinggi.Aku di ajak saudara untuk sekolah di bandung dan tinggal di Pondok Pesantren,” kenangnya.

Selama dua tahun bertahan di pondok pesantren, setahun kemudian nongkrong lagi di terminal Cileunyi Bandung, namun sekolah tidak pernah terganggu. Dirinya menyelesaikan sekolah di SMK Otomotif daerah Cibiru Bandung.

Selepas SMK, dirinya masuk di UIN Bandung Di Fakuktas Adab, ngambil Bahasa dan Sasatra Inggris. Saat itu masih asyik di dunia jalanan, dengan bertambahnya relasi dan kawan hinngga merambah ke Tangerang dan Ibu kota jakarta.

Disemester 2 dirinya mulai merintis usaha di bidang Komputer sekitar tahun 2001 dan terbilang sukses saat itu, hingga merambah ke kota kelahira di Palabuhanratu, dengan membuka kursus bahasa dan Komputer Hardwer maupun softwer.

Tahun 2003, dirinya kembali kejalanan karena reunian dengan kawan-kawan lama, diakhir 2003 dirinya kembali nongkrong di ibu kota, pahit manis dan asam garamnya dia lalui.🙏

Tahun 2004 dirinya bergabung dengan Perusahan printing yang bergerak di bidang Label, Hologram, dan Barcode label sebagai Debt Colector profesional.

“Urausan Tagih Menagih ,baik dengan perusahan atau terhadap perorangan.

Kalau mengenang masa-masa itu, ya begitulah romantika kehidupan dirasakan,” kenangnya.

Berawal dari Debt Colector, hingga ke Tehnikal Suport dan Ke Marketing, semua di lewati.

Tahun 2008 dirinya memutuskan hengkang dan mendirikan beberapa perusahan dibidang yang sama, hingga bisa bekerjasama dengan beberapa perusahaan besar dan tergolong punya nama.

Dirinya menjelaskan, kejenuhan mulai sangat dirasa tahun 2010, hampa dan jenuh serta bosan dengan kebiasaan hidup di jalanan.

Akibat rasa prustasi,
” Saya Sempat 7 kali mau melakukan percobaan bunuh diri dengan mengemudikan mobil sekencang-kencangnya di jalan tol, Tapi Alhamdulillah Allah sampai detik ini masih sayang sama Saya dan memberikan kesempatan saya untuk bertobat,” tuturnya.

Bisnianya makin melebar hingga merambah pada proyek sipil, namun 2011, mulai goyang dan benar-benar pailit ditahun 2012, dengan waktu yang singkat, perjalanan bisnis berantakan.

“Saya mulai mendirikan perusahan di tahun 2003 , ya itu lah jika tidak di kelola dengan baik , ya selesai,” jelasnya.

Dirinya berharap untuk kaum milenial, dengan begitu banyak kesempatan yang terbuka lebar, jangan sampai disia-siakan.

“Teruslah Belajar, Sayangi dan Hormati Orang Tua kita, dan teruslah berbuat baik, Karena Allah akan membalasnya Dengan cara-NYA bukan dengan cara kita. Allah akan menolong dan memperbaiki kita dengan Cara-NYA juga, bukan dengan cara kita. Kewajiban kita, haya terus berusaha dan berihtiar, selanjutnya keputusan Allah lah yang menetukan, wallhualam bisawab,” jelasnya.

“Kita tidak bisa menghakimi siapapun dengan opini sendiri, dan pada dasarnya kita semua sama, cuma beda jalan dalam memilih Dosa.

Setan itu sombong, masih katagori wajar kalau menurut saya, karena dia pernah tinggal di surga, nah kita yang belum pernah mengambung wangi surga aja masa mau sombong, apa yang mau disombongkannya.

Kekayaan, Nabi Sulaeman lebih kaya.Kekuasaan, Fira’un lebih berkuasa, jadi saya pribadi lebih memilih bisa bermanfaat buat sesama,” terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, “Sudah banyak contoh, preman-preman kelas kakap pada pensiun dan berbuat baik untuk kemanusian, karena ada kenikmatan tersendiri ketika kita mampu membantu dan meringankan beban orang lain,” jelasnya.

“Siapapun, dimanapun, terutama orang-orang yang pernah tersakiti, dirugikan dan lain sebagainya, sehingga menimbulkan sakit hatinya, dengan ulah saya di masa-masa itu. Saya secara pribadi dan dengan setulus hati mohon di mafkan sek Ikhlas-ikhlasnya. Saya Khawatir Allah tidak memafkan saya ketika orang-orang tersakiti oleh saya tidak memafkan saya, sekali lagi saya mohon maaf yang sedalam-dalamnya,” pungkasnya.

Reporter : Sopandi
Editor : Hamdanil Asykar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed